Beauty

Berbincang dengan Archangela Chelsea, dari Hobi Makeup Hingga Berkiprah di Hollywood

By THE SHONET  |   2 months ago
Berbincang dengan Archangela Chelsea, dari Hobi Makeup Hingga Berkiprah di Hollywood

Nama Archangela Chelsea tak lagi asing di dunia makeup artist Indonesia. Kiprahnya tak hanya di Tanah Air, wanita yang akrab disapa Chelsea ini pun melebarkan sayap hingga ke Hollywood dan mendandani selebritas ternama dunia. Beberapa nama artis Hollywood pernah ia tangani, termasuk presenter Jeannie Mai, Charlie Weber, Hannah Zeile, DaniLeigh Sammi Sanchez, Jordan Fisher, dan beberapa fashion blogger ternama seperti Chriselle Lim serta Eugene Grey. 

Tak hanya itu saja, ia juga dipercaya sebagai makeup artist untuk America's Next Top Model dan fashion show Lanvin di Los Angeles. Di Indonesia pun, Chelsea menjadi makeup artist favorit dari Agnez Mo, Raline Shah, Luna Maya, dan masih banyak lagi selebriti A-lister lainnya.

The Shonet berbincang dengan Chelsea, mulai dari kesibukannya di masa karantina mandiri hingga perjalanan kariernya sampai go internasional.

The Shonet: Nama kamu bisa dibilang sudah cukup besar sebagai makeup artist di Indonesia, boleh diceritakan awal mula kamu bisa menjadi MUA? Apa itu sudah cita-cita dari dulu?

Archangela Chelsea: Amin..Kalau awal mula menjadi makeup artist itu adalah sesuatu yang sejujurnya sedikit tidak disengaja. Memang dari, aku umur 15 tahun aku sudah suka banget makeup. Even before dan memang aku blessed enough bisa ikut kursus makeup dulu di Surabaya pada saat umur 14 tahun 15 tahun, itu bisa tergolong sangatlah dini ya. Akhirnya aku decided kalau misalnya Sabtu Minggu nganggur aku start makeup-in temen-temen. Itupun juga untuk acara-acara seperti party, acara-acara kecil lah yang bukan event wedding gitu yang mungkin, dibayarnya cuma buat makan siang doang gitu kek even dikasih duit gitu. Tapi because aku merasa itu sebagai hobi aku awalnya. Nah, lalu bertambahnya usia aku mendapat kesempatan kuliah di Amerika, di sana aku juga melanjutkan, menyalurkan hobi aja, kan awalnya aku makeupin temen-temen yang sesama Indonesia gitu yang mau ada acara, mau ke party atau not even a party ya mungkin cuman mau makan. Aku kerjain rambutnya aku kerjain makeupnya, paling aku cuma ditraktir makan doang. Dan aku jadi berkelanjutan gitu, akhirnya ada orang yang suruh aku bangun portfolio, “siapa tau lu dapet pekerjaan lebih bagus,” maksudnya bisa dapet yang lebih mahal gitu-gitu, jadi aku memulailah itu, iseng-iseng kita foto-fotolah itu pun juga nggak ada yang dibayar kayaknya untuk ngebangun portfolio doang gitu kan. Foto-foto, membangun portfolio, mengenal kamera, mengenal lighting. Akhirnya dari satu orang ke orang lain. Akhirnya tiba-tiba fotografer ini mulai rekomen aku fotografer lain jadi karena pada saat itu Instagram belumlah booming seperti sekarang ataupun belum ada sama sekali. Jadi bener-bener portfolio by website dan bener-bener apa ya kayak yaa berjalan naturally aja dan kalau cita-cita of course aku bercita-cita menjadi seseorang yang bisa memberikan impact di dunia ini gitukan tapi aku dulu juga nggak tau mau cita-citanya itu apakah menjadi makeup artist atau dokter kah atau lawyer kah, you know, tapi apparently ya this is my past gitu. Aku sudah banyak mencoba di berbagai bidang yang lain yang bukan makeup dan I always come back to it gitu jadi memang kalau bisa dibilang ini cita-cita, of course it’s one of them gitu mungkin untuk menyalurkan cita-cita aku untuk bisa memberikan impact di dunia ini.

Baca juga: Collection Picks by Archangela Chelsea

The Shonet: Kamu banyak menangani client di Los Angeles ya sekarang? Bagaimana cara kamu bisa secara profesional go internasional?

Archangela Chelsea: Sejujurnya nggak pernah kepikiran ya untuk aku bisa go internasional, aku cuman literally doing what I love in what in that time, gitu. Jadi gak yang kayak, oh aku memang memiliki ambisi untuk go internasional. Of course I do, cuman it’s not a priority ya back then gitu, mungkin priority ku pada zaman itu adalah untuk ya untuk meyalurkan hobi aja sih, purely karena itu dan akhirnya mengenal dunia foto, dunia fotografi,  dunia red carpet, dunia keartisan itukan sesuatu yang sangat tidak disengaja. Pernah suatu saat fotografer ini makeup artist-nya nggak dateng, sedangkan artis ini harus foto akhirnya karena aku pernah kerja sama dia jadi dia telepon aku dan aku cuma punya waktu 30 atau 40 menit untuk preparation dan aku langsung berangkat, ke tempat kerja itu. Jadi itu adalah sesuatu yang sangat tidak disengaja untuk memegang dunia keartisan sejujurnya, untuk bisa go internasional sejujurnya apa ya cuman berjalan naturally aja. Mungkin you choose have to keep doing what you like to do aja sih makanya sampe aku bisa go internasional karena when you like what you do, pekerjaan kamu tuh gak bisa bohong gitu lho. Maksudnya pekerjaan kamu tuh menunjukan kamu beneran suka sama pekerjaan kamu dan kamu beneran passionate about it, people will recognize, people all over the world will recognize, gitu jadi itu sih dan memang ya saat ini memang ada agency di sana, di sini juga ada, hopefully bisa dapet agency dimana-mana gitu.

The Shonet: Profesi MUA sekarang ini kan semakin diminati. Bagaimana cara kamu bisa tetap bersaing dengan MUA lain di Indonesia maupun luar?

Archangela Chelsea: Iya banget, sekarang profesi makeup artist itu thankfully menjadi sebuah profesi yang positif ya. Before, when I first start it umur 15 tahun itu, adalah profesi yang tukang makeup, konotasinya masih tukang, sekarang tuh orang ngomongnya makeup artist. Itu udah menjadi sebuah persepsi yang berbeda tentang pekerjaanku sebagai makeup artist and I’m so happy! Pekerjaan MUA ini sudah makin diminati oleh banyak orang dan even parents pun, sudah melihat oh ini adalah sebuah pekerjaan. Bukan hanya dokter, bukan hanya pilot, bukan hanya pengacara tapi ini adalah sebuah pekerjaan. Kalo misalnya mau bersaing, well jujur be yourself aja, jangan menjadi orang lain, itu kalau dari aku. maksudnya adalah keep your style, find your signature style, siapa kamu, karena di dunia art sangatlah gampang untuk be carried away. Carried away itu maksudnya apa ya kayak mengikuti orang ngelakuin ini, akhirnya aku ngelakuin aja deh karena itu yang laku di pasaran. Tapi akhirnya kalian melupakan identitas kalian. Jadi, just be yourself find your identity and keep doing what you're doing. Karena literally kalau orang tanya sama aku, kayak tadi ada pertanyaan seperti ‘kenapa bisa go internasional?’ I literally have no idea kenapa aku bisa mendapatkan recognition seperti itu.  Just true my works I just keep what I’m doing every single day and I don’t stop.

Baca The Shonet Monthly Issue June 2020 selengkapnya di sini.


 

archangelachelsea
Written By
THE SHONET

Here's some Fashion, Beauty, and Inspirations for you, Girls!

All Comments (0)

Related Posts

The Shonet Monthly Issue
The Shonet Monthly Issue

Insiders Program Challenge

Become The Shonet Insider!

Now anyone can become an insider, including you!