Fashion

Dari Aksi Boikot Oleh Selebriti hingga E-commerce, Ini Reaksi Pelaku Industri Fashion Terhadap Kasus Dolce & Gabbana

By THE SHONET Luxury  |   almost 2 years ago
Dari Aksi Boikot Oleh Selebriti hingga E-commerce, Ini Reaksi Pelaku Industri Fashion Terhadap Kasus Dolce & Gabbana

Kasus dugaan rasisme yang menimpa Dolce & Gabbana berdampak luas dan memancing reaksi dari para pelaku industri fashion. Bermula dari konsep video promosi lalu berujung percakapan Stefano Gabbana di fitur direct message Instagram bersama netizen yang dinilai kasar dan merendahkan negara Tiongkok. Fashion show yang rencananya dibatalkan dan butik Dolce & Gabbana bahkan langsung dijaga ketat oleh polisi. Ini 4 reaksi para pelaku industri fashion mengenai dugaan kasus rasisme yang menimpa Dolce & Gabbana.


1. Yoox Net-a-Porter Group tak akan menjual lagi Dolce & Gabbana

Dolce & Gabbana ad campaign fall/winter 2018/Dolce & Gabbana

Grup perusahaan e-commerce Yoox Net-a-Porter Group melansir tak akan menjual lagi karya dari Dolce & Gabbana di tiga situs berbelanja online miliknya yakni Net-a-Porter, Mr Porter, dan Yoox.com. Keputusan yang diambil Yoox Net-a-Porter terbilang signifikan mengingat grup ini adalah salah satu pemain utama di sektor e-commerce kategori produk luxury. Sebelumnya sejumlah e-commerce basis Tiongkok seperti Alibaba, JD, Secoo, dan VIPshop, dan Netase juga tak lagi menjual Dolce & Gabbana.



2. Lane Crawford juga tak akan menjual lagi Dolce & Gabbana

Dolce &  Gabbana ad campaign fall/winter 2018/Dolce & Gabbana

Mengikuti langkah Yoox Net-a-Porter Group, luxury department store Lane Crawford juga memutuskan untuk tidak akan menjual lagi produk Dolce & Gabbana di situs e-commerce dan 10 butiknya yang tersebar di Hong Kong, Shanghai, Beijing, dan Chengdu. “Dengan segala rasa hormat bagi konsumen, kami  memutuskan untuk tidak lagi menjual Dolce & Gabbana,” ujar Andrew Keith selaku Presiden dari Lane Crawford seperti dilansir situs Women's Wear Daily.



3. Aksi boikot oleh para selebriti

Karry Wang berjalan di fashion show Dolce & Gabbana/Pinterest

Para pelaku industri hiburan Tiongkok juga turut menyuarakan aspirasinya. Aktris kenamana Zhang Ziyi melansir pernyataan di akun Weibo miliknya bahwa ia tidak akan lagi memakai dan membeli produk dari Dolce & Gabbana. Model Estelle Chen melalui akun Instagram pribadi juga melansir pernyataan keras. Penyanyi Karry Wang Junkai yang juga merupakan brand ambassador Dolce & Gabbana untuk regional Asia Pacific, bahkan langsung memutus hubungan kerja dengan label tersebut, seperti dilansir oleh situs South China Morning Post.


Baca juga: 5 Fakta Kasus Dugaan Rasisme yang Menimpa Dolce & Gabbana

4. Pentingnya untuk melibatkan tim dari Tiongkok

Angelica Cheug (kiri)/Pinterest

Angelica Cheung, Pemimpin Redaksi dari majalah Vogue China, mengatakan bahwa kejadian ini harusnya menjadi pelajaran bagi label fashion lain ketika hendak menjajal pasar Tiongkok. “Seperti yang telah katakan baik secara luas maupun pribadi, label-label fashion asal barat saat hendak memasuki Tiongkok haruslah menghargai nilai-nilai budaya negara kami. Daripada menekan secara keras dengan strategi yang sama, mereka akan mendapatkan efek yang lebih besar bila turut melibatkan dan mendengarkan saran dari tim asal Tiongkok,” ujar Angelica seperti dikutip dari situs Women's Wear Daily.



fashion
dolcegabbana
Written By
THE SHONET Luxury

Welcome to The Shonet Luxury! Kenali lebih dalam seputar luxury lifestyle dari mulai runway, trend, hingga travel update.

 

All Comments (0)

Related Posts

Insiders Program Challenge

Become The Shonet Insider!

Now anyone can become an insider, including you!