Fashion

Ketika Gaya Uniseks Menjadi Tren di New York Fashion Week Spring/Summer 2019

By THE SHONET Luxury  |   about 2 years ago
Ketika Gaya Uniseks Menjadi Tren di New York Fashion Week Spring/Summer 2019

Uniseks menjadi salah satu tren utama di New York Fashion Week Spring/Summer 2019. Sejumlah label fashion seperti Monse, Tibi, dan Matthew Adams Dolan tertarik untuk mengulik gaya ini. Setiap desainer tentu memiliki pandangan berbeda akan definis gaya uniseks. Namun persamaan ketiganya adalah gaya uniseks yang dihadirkan cenderung maskulin hingga seolah merefleksikan lini menswear ketimbang gaya gender bender.

Berikut ulasan dari koleksi ketiga label yang disebut sebagai generasi baru dari New York Fashion Week.

Monse Berfokus Pada Signature Pieces

Monse dikenal dengan gaya feminin dalam garis rancang dekonstruktif. Maka penikmat fashion pun terkejut ketika peragaan dibuka dengan seorang model laki-laki yang mengenakan oversized sweater detail cut-out dan mutiara. Dari 42 looks yang ditampilkan, 19 diantaranya diperagakan model pria. Fernando Garcia dan Laura Kim selaku desainer dari label ini memaparkan kepada situs Vogue, bahwa mereka terinspirasi akan banyaknya sahabat lelaki mereka yang mengenakan kreasi Monse. Selain itu seringnya Monse menawarkan kreasi bergaya maskulin, jadi mengapa tidak untuk menawarkan gaya uniseks.

Luca Tombolini/Indigitaltv
Koleksi Monse Spring/Summer 2019/Luca Tombolini/Indigital.TV

Tema uniseks mungkin terbilang baru dan harus diakui rumit untuk dieksplorasi. Hal tersebut terasa jelas dalam eksekusi koleksi ini. Monse lebih menawarkan sejumlah signature pieces mereka untuk konsumen wanita semisal, one-shoulder blouse, celana palazzo, dan rok asimetris. Monse sukses mencuri perhatian berkat kemampuannya untuk bereksperimen dengan gaya kasual secara edgy dan wearable. Meski koleksi ini kurang merefleksikan spirit tersebut namun dari segi komersial memiliki nilai yang kuat.


Baca juga: Jenuh dengan Fashion, Tom Ford Hadirkan Rancangan Serba Sederhana dan Hitam

Gaya Retro '80-an dari Matthew Adams Dolan

Desainer favorit Rihanna, Matthew Adams Dolan tidak mendeskripsikan koleksinya sebagai uniseks, namun mood dari koleksinya untuk musim spring/summer 2019 menggambarkan gaya tersebut. Berfokus pada oversized tailoring dan warna terang, Matthew Adams Dolan seolah terinspirasi dari gaya dekade '80-an, sebuah era di mana wanita mulai bersaing menguasai dunia profesional dengan pria.  Namun gaya sportswear ala Amerika yang dipopulerkan desainer Claire McCardell disebut Matthew sebagai inspirasi utama, seperti dikutip dari situs Vogue.

Marcus Tondo/Vogue
Koleksi Matthew Adams Dolan Spring/Summer 2019/ Marcus Tondo/ Vogue

Salah satu look yang mencuri perhatian adalah suit dalam bahan denim. Bila untuk lini pria dikenakan bersama celana lebar sementara untuk wanita dipakai dengan rok mini. Permainan warna neon dan acid juga memberi kesan modern pada gaya retro akan siluet bahu lebar yang dihadirkan. Sekalipun Matthew Adams Dolan membagi koleksinya akan lini busana pria dan wanita, namun keduanya dapat memakai koleksi dari satu sama lain.

Marcus Tondo/Vogue
Koleksi Matthew  Adams Dolan Spring/Summer 2019/Marcus Tondo/Vogue

Aksi Panggung Semata di Label Tibi

Sama-sama mengusung tailoring sebagai salah satu focal point, label Tibi menginterpretasikannya dalam gaya yang lebih rileks dan modern. Sang desainer, Ami Smilovic mengaku belum ada rencana untuk merilis lini menswear namun para karyawan lelakinya mengenakan Tibi seperti dikutip dari situs Vogue. Para model pria memakai padanan blazer, kemeja, dan celana chino berwarna netral sementara model wanita memakai shirt dress, pleated dress, dan tentunya setelan jas. Menilik secara keseluruhan, bukanlah gaya uniseks yang hendak ditawarkan Tibi melainkan lebih kepada aksi panggung semata untuk menghadirkan varian menswear diantara kreasi femininnya.

Iker Aldama/Indigital.TV
Koleksi Tibi Spring/Summer 2019/Iker  Aldama/Indigital.TV

Baca juga: Artikel fashion dan runway review Rayoga Akbar Firdaus

Gaung gaya uniseks mungkin belum terlalu besar, namun kemunculannya di panggung New York Fashion Week tak hanya menjadi simbol akan gerakan kesetaraan gender. Tapi dengan semakin ramainya pria memakai skincare dan makeup, Chanel bahkan merilis koleksi makeup untuk pria ditahun ini, mungkin kelak kita akan memasuki era di mana pakaian apapun bentuknya, hanyalah sebuah benda yang tak perlu diklasifikasikan berdasarkan gender.

fashion
tren
newyorkfashionweek
tibi
matthewadamsdolan
monse
uniseks
springsummer2018
Written By
THE SHONET Luxury

Welcome to The Shonet Luxury! Kenali lebih dalam seputar luxury lifestyle dari mulai runway, trend, hingga travel update.

 

All Comments (0)

Related Posts

Insiders Program Challenge

Become The Shonet Insider!

Now anyone can become an insider, including you!