Fashion

Koleksi Perdana Hedi Slimane untuk Celine Jadi Kontroversi dan Dikritik Pedas Oleh Para Pencinta Fashion

By THE SHONET Luxury  |   about 2 years ago
Koleksi Perdana Hedi Slimane untuk Celine Jadi Kontroversi dan Dikritik Pedas Oleh Para Pencinta Fashion

Menjadi salah satu show paling ditunggu di Paris Fashion Week Spring/Summer 2019, koleksi perdana Hedi Slimane untuk Celine menjadi kontroversi. Label Celine yang semula dikenal akan gaya feminin, modern, dan elegan seketika berubah menjadi rock 'n' roll dan edgy lewat ragam kreasi mini dress dan skinny suit. Kritikan pedas dari para pencinta fashion hingga editor pun tak terelakkan. Akhir dari sebuah era! Namun kontroversi dan kritikan adalah hal yang selalu menyertai Hedi Slimane setiap kali ia berkarya.

Akhir dari Sebuah Era

View this post on Instagram

Tim Blanks’ verdict on Hedi Slimane’s Celine: ”The same old skinny black suits and skinny ties, the same old hiked-high-as-you-care dresses, the same old tiny bombers and bikers and Mod and Factory and New Wave and No Wave… it was frustrating because LVMH, Celine’s parent, has clearly thrown a tsunami of money against this launch. But what we saw suggested that Slimane’s instincts for the moment had dulled. His influence shaped high street concerns like the Kooples and Zadig & Voltaire, not to mention Saint Laurent subsequent to his departure. And all his rock-a-biddy boys and girls were clustered hopefully in the audience on Friday night. Everyone’s fervent hope was that LVMH’s deep pockets would help him surf that past to a glittering future. Sadly, not on this evidence. In fact, the counter-intuitive ploy of placing Slimane at Celine turned into something of an own goal for LVMH. A brand that was once thoroughly identified with a peerless instinct for what women want in fashion all of a sudden looked like a gust of toxic masculinity.” To read Tim’s full review, click the link in bio and become a #BoFProfessional member. #celine #hedislimane #fashion

A post shared by The Business of Fashion (@bof) on

Tak terbantahkan bila, sekilas keseluruhan koleksi Celine dari Hedi Slimane ini mirip dengan rancangannya untuk Saint Laurent. Begitu pula dengan lini menswear dari Celine. Skinny suit, biker jacket, mini dress, baby doll dress, dominasi warna hitam dan putih, serta ankle boots. Sama seperti ketika menerapkan formula ini di Saint Laurent, Hedi banyak menerima kritikan. Meski begitu koleksinya justru laku terjual. Hingga seolah menjadi acuan bagi penerusnya, Anthony Vaccarello. Tengok koleksi Saint Laurent spring/summer 2019, keduanya hampir tidak jauh berbeda.

Namun permasalah utama yang harus dihadapi Hedi Slimane bukanlah kemiripan dengan koleksinya dengan Saint Laurent tapi menyikapi para penggemar garis keras dari Celine era Phoebe Philo. Sesaat setelah Hedi Slimane mempresentasikan koleksinya, muncul akun Instagram seperti @OldCeline yang seolah menjadi visual album dan tribute bagi Phoebe Philo. Reaksi kekecewaan mereka yang masif membuktikan bahwa Celine ditangan Phoebe Philo adalah refleksi dari gambaran fashion yang ideal bagi wanita abad ke-21. Modern, elegan, multidimensional, dan memiliki unsur estetis yang tidak berlebihan namun vibran.

Hal ini juga yang perlu menjadi perhatian Hedi Slimane. Gaya hidup dan preferensi wanita telah jauh berbeda, dibanding sewaktu ia masih menjadi creative director Saint Laurent, sekitar tiga tahun lalu. Begitu pun dengan selera pasar generasi millennials yang kini terobsesi dengan subkultur serta label bergaya streetwear seperti Supreme maupun sneakers lansiran Balenciaga.

Lalu di saat fashion sedang menggemakan spirit empowerment dan diversity, pilihan model super kurus yang selalu menjadi preferensi Hedi Slimane juga rasanya sudah ketinggalan zaman. Mengapa tidak bila selanjutnya, Hedi menampilkan model bertubuh curvy ataupun berusia lanjut? Toh di baris terdepan show-nya duduk aktris senior dan legendaris Catherine Deneuve memberi dukungan. Bukti bahwa rancangannya digemari berbagai kalangan dan usia.

Baca juga: artikel fashion lainnya dari Rayoga Akbar Firdaus

Kini kesuksesan seorang desainer tak hanya diukur akan kemampuannya merancang sebuah koleksi tapi utamanya dari penjualan. Sekalipun koleksi perdana Hedi Slimane untuk Celine menjadi koleksi paling kontroversial selama Paris Fashion Week, tapi pada akhirnya angka penjualan lah yang berbicara.

fashion
celine
hedislimane
parisfashionweek
Written By
THE SHONET Luxury

Welcome to The Shonet Luxury! Kenali lebih dalam seputar luxury lifestyle dari mulai runway, trend, hingga travel update.

 

All Comments (0)

Related Posts

Insiders Program Challenge

Become The Shonet Insider!

Now anyone can become an insider, including you!