Fashion

Nostalgia atau Krisis Kreativitas? Ini 5 Alasan Mengapa Tren Logomania Kembali Populer

By THE SHONET Luxury  |   almost 2 years ago
Nostalgia atau Krisis Kreativitas? Ini 5 Alasan Mengapa Tren Logomania Kembali Populer

Bila pada pertengahan era '90-an dan awal 2000-an memakai kreasi berhiaskan logo disebut snob dan fashion victim, kini logomania -julukan akan tren ini- kembali menjadi simbol trendi dan merujuk pada julukan 'hipster'. Tak lagi hanya Louis Vuitton dengan monogram atau Gucci lewat simbol dua huruf G serta pola warna merah dan hijau, kini hampir semua label fashion bermain dengan logo. Prada, Balenciaga, Fendi, hingga Givenchy melansir kreasi berhiaskan logo. Ada yang secara 'kalem' dengan hanya memajang pada aksesori tapi juga beberapa tak sungkan dengan menghiasi kreasi pakaian dengan logo. Lantas mengapa kini desainer dan pencinta fashion kembali mencintai logo? Nostalgia dengan era '90-an atau krisis kreativitas? Berikut 5 alasan mengapa tren logomania kembali populer. 

1. Menjaga identitas

Tren logomania di street style/IMAXtree

Kemunculan akun Instagram seperti Diet Prada yang mengunggah aksi peniruan yang dilakukan oleh desainer, label high street, hingga influencers, mengindikasikan akan kesadaran mengenai identitas. Tak hanya bagi label sekelas Fendi atau Balenciaga, tapi juga bagi desainer muda. Meskipun baik logo dan desain tetap mudah ditiru, namun publik tentu lebih mengenal  logo double huruf F milik Fendi ketimbang desain mantel bulu terbarunya. Memiliki logo juga membuat para label tersebut dapat menjaga hak kekayaan intelektual mereka dalam hal ini desain. Sehingga dengan mudah dapat memperkarakan pihak yang melakukan peniruan terhadap karyanya.

2. Obsesi akan streetwear

Tren logomania di street style/Pinterest

Demna Gvasalia, salah satu pendiri Vetements dan creative director Balenciaga, dapat dikatakan sebagai sosok yang mempopulerkan kembali tren logo mania. Dimulai dengan merilis T-shirt berhiaskan logo DHL, lalu hoodie dengan Vetements, dan rangkaian aksesori dari tas hingga sneakers berhiaskan logo Balenciaga. Seketika, tren logo yang dianggap tacky menjadi cool. Fashion juga menjadi kian mudah dinikmati, di mana publik dapat memiliki kreasi Gucci hanya dalam rupa T-shirt seharga 590 Dolar Amerika sekitar 8 juta Rupiah yang tentu lebih murah dibanding membeli dress atau tas.

3. Media sosial

Tren logomania di street style/IMAXtree

Faktor psikis juga tidak bisa dikesampingkan. Ketergantungan akan media sosial seperti Instagram membuat publik terobsesi untuk mencitrakan diri secara berlebihan. Memakai benda fashion dengan logo tentu dapat menjadi cara yang termudah.



4. Bisnis yang menguntungkan

Valentino ad campaign resort 2019/Valentino

Di industri fashion, ketika satu label sukses melempar tren maka dengan mudah yang lain akan mengikuti. Tak terbayangkan sebelumnya bila rumah mode sekelas Balenciaga dan Valentino dapat menjual koleksi berhiaskan logo. Hal tersebut mengindikasikan bahwa adanya permintaan yang besar dari konsumen akan kreasi berlogo.


Baca juga: 4 Alasan Mengapa Desainer Lebih Memilih Menjalankan Bisnis Secara Independen

5. Inovasi

Joan Smalls mengenakan koleksi kolaborasi Fendi dengan Fila/Fendi

Baru-baru ini Burberry dan Celine, mengganti logo mereka demi merepresentasikan visi artistik creative director barunya. Meski menjadi kontroversi, publik dapat melihat perspektif baru dari Burberry yang tidak hanya dikenal lewat trench coat atau motif kotak-kotak. Bila mengganti logo terlalu ekstrim, label fashion lain memilih berkolaborasi. Seperti Fendi yang baru-baru ini melansir koleksi khusus yang memadukan logonya dengan Fila. Fendi yang klasik seketika bertransformasi menjadi sporty dan muda. Selaras dengan selera millennials yang juga mungkin tujuan utama mengapa para label fashion ini menjual kreasi berlogo.

fendi
gucci
balenciaga
trenfashion
logo
Written By
THE SHONET Luxury

Welcome to The Shonet Luxury! Kenali lebih dalam seputar luxury lifestyle dari mulai runway, trend, hingga travel update.

 

All Comments (0)

Related Posts

Insiders Program Challenge

Become The Shonet Insider!

Now anyone can become an insider, including you!