Fashion

Sejumlah Label Fashion Bentuk Komite Khusus untuk Mencegah Rasisme! Strategi Tepat atau Demi Menjaga Nama Baik Belaka?

By THE SHONET Luxury  |   4 months ago
Sejumlah Label Fashion Bentuk Komite Khusus untuk Mencegah Rasisme! Strategi Tepat atau Demi Menjaga Nama Baik Belaka?

Isu rasisme menjadi salah satu topik hangat di industri fashion di mana sejumlah label tersandung kasus berkaitan dengannya, hingga menjadi viral dan membuat sejumlah rumah mode kenamaan pun mencoba menerapkan strategi guna mencegah dan mengatasinya. Cara yang digunakan umumnya serupa yakni membentuk komite yang berisikan para penasihat dari berbagai bidang. Burberry, Prada dan Gucci adalah salah tiga contohnya. Mengikuti jejak ketiganya adalah Chanel yang baru-baru ini mendaulat Fiona Pargeter selaku Global Head of Diversity and Inclusion. Sebelumnya Fiona Pargeter memegang jabatan yang sama di Bank UBS. Lantas mengapa keempat label fashion kenamaan ini memilih membentuk komite yang terstruktur untuk menyelesaikan isu kemanusiaan seperti rasisme? Seperti apa pelaksanaanya? Dan adakah ini cara yang efektif? The Shonet mencoba mengulasnya.

1. Gucci

Gucci Fall/Winter 2019/IMAXtree

Di tahun 2019 ini Gucci dihantam isu rasisme terkait peluncuran balaclava sweater warna hitam yang dinilai sarat akan kontroversi Blackface, sebuah istilah ketika aktor atau aktris kulit putih menggunakan riasan guna memerankan karakter ras kulit hitam. Tak hanya kasus ini, Gucci juga dikecam lewat penjualan turban yang dinilai merendahkan komunitas Sikh. Rumah mode Italia tersebut pun meminta maaf atas kesalahan yang terjadi dan membuat program bernama Gucci Changemakers. Sebuah program pencegahan dan kesadaran akan isu rasisme. Sejumlah nama besar diajak terlibat sebagai penasihat seperti diantaranya Dapper Dan, Bethann Hardison hingga penyanyi Will.i.am. Pelaksanaanya ada dua dalam mekanisme, yakni sumbangan sebesar 5 juta Dollar dalam upaya pemberdayaan masyarakat kulit hitam di Amerika Utara dan pemberian beasiswa sebesar 20 ribu USD kepada mahasiswa berprestasi. Selain itu Gucci juga mengajak para karyawannya untuk menjadi relawan selama 4 hari.

2. Prada

Prada Fall/Winter 2019/IMAXtree

Prada juga terkena kasus rasisme di tahun ini lewat kreasi gantungan kunci yang mirip dengan tokoh buku anak-anak The Story of Little Black Sambo yang sarat kontroversi. Ramai akan protes, Prada segera meminta maaf dan menarik dari peredaran serta membentuk Diversity and Inclusion Advisory Council. Sutradara kenamaan Ava DuVernay bersama aktivis Theaster Gates. Melalui komite ini, Prada juga akan bekerja sama dengan universitas dan organisasi guna memberi beasiswa dan mengkampanyekan program gerakan anti rasisme di Amerika Serikat dan seluruh kantor Prada di seluruh dunia.

3. Burberry

Burberry Fall/Winter 2019/IMAXtree

Dinilai kurang peka karena menghadirkan hoodie dengan detail tali menyerupai simpul yang kerap digunakan untuk aksi bunuh diri. Melalui akun Instagram resminya, Burberry meminta maaf dan serupa dengan Gucci dan Prada akan melakukan kampanye kesadaran akan isu sensitif seperti diantaranya rasisme dan membentuk komite.

Baca juga: Dari Produk Palsu Sampai Rasisme! Ini 7 Skandal Fashion Paling Heboh yang Pernah Dibahas Diet Prada

4. Peduli atau Demi Publisitas?

Dolce & Gabbana Fall/Winter 2019/IMAXtree

Kasus rasisme dari Dolce & Gabbana pada tahun lalu dengan berujung pembatalan fashion show di Shanghai dan boikot dari masyarakat Cina dan sejumlah retailer menjadi bukti lain akan minimnya kepekaan di industri ini terhadap sensitivitas budaya dan ras. Pertanyaannya apakah membentuk komite penasihat masalah budaya dan ras menjadi cara yang efektif dalam menangkal isu rasisme di industri fashion? Penanggulangan masalah kemanusiaan tidak pernah selesai dalam waktu yang singkat. Waktu mungkin akan membuktikan pengaruhnya. Namun strategi tersebut juga memicu pertanyaan mengenai motivasi industri fashion dalam mengatasi rasisme?. Peduli atau demi menjaga nama baik belaka? Mengapa industri fashion baru 'terbangun' dan sadar akan isu rasisme baru sekarang ini? Meski begitu kita tentu perlu mendukung program yang direncanakan setiap label fashion dalam mencegah rasisme. Sembari bertanya kepada diri sendiri, 'Apakah kita sendiri turut andil dalam terjadinya rasisme sekarang ini?'. 'Sudahkah kita sendiri lebih melek akan sensitivitas budaya dan ras?'. Karena bagaimanapun juga isu rasisme adalah isu kemanusiaan dan tiap individu memegang tanggung jawab untuk mengatasi dan mencegahnya. 

dolcegabbana
chanel
gucci
prada
burberry
rasisme
Written By
THE SHONET Luxury

Welcome to The Shonet Luxury! Kenali lebih dalam seputar luxury lifestyle dari mulai runway, trend, hingga travel update. Dikurasi oleh Rayoga Akbar Firdaus, dan Silvy Dwiyanti.

 

All Comments (0)

Related Article

The Shonet Lookbook