Lifestyle

Studi gender dan Feminisme

By Inas Syafiras  |   about 2 months ago
Studi gender dan Feminisme

Sebagian besar kita tentu sudah tidak asing dengan istilah studi gender, bahkan mendalami gender sebagai suatu kajian yang diminati untuk dipelajari.

 

sebagaiman yang telah kita ketahui bersama merupakan suatu kontruksi budaya yang memberikan nilai-nilai dan norma-norma terhadap jenis kelamin (perempuan dan laki-laki). Gender bukan hanya sebatas bagaimana keluar dari penindasan pembagian kerja seksual yang diberikan budaya, melainkan juga bagaimana tiap-tiap individu dapat menikmati haknya sebagai perempuan dan laki-laki.

 

Hal tersebut melahirkan gerakan yang menyuarakan keadilan gender oleh para feminis sejak akhir abad 18. Pada awal gerakan tersebut para feminis menyuarakan persamaan hak politik bagi perempuan sampai pada perjuangan hak perempuan dalam lingkup ekonomi, pribadi dan sosial.

 

Apa itu feminisme? feminisme adalah suatu pengetahuan yang tidak hanya terpusat pada kajian kategori mengenai asal usul dan perkembangan. Nah, problematika asal usul dan perkembangan tidak berakhir hanya dengan keterikatan atau dengan relasi tanpa mengelurkan segi sejarah dan dari keunikan problema tersebut sehingga akan meluas pada tipologi historis. Yang membuka analogi jawaban historis terhadap anologi keagamaan.

 

Saya akan memberi tahu terdapat beberapa aliran feminisme, yaitu:

  1. Aliran feminisme liberal

aliran feminisme liberal ini mempunyai suatu paradigma untuk menempatkan perempuan yang memiliki independent secara penuh dan individual.

 

   2. Aliran feminisme radikal

Aliran ini mensosialisasikan ideologi β€œperjuangan separatisme perempuan” awal mula aliran ini muncul sebagai reaksi atas kultus seksisme atau dominasi sosial berdasarkan jenis kelamin di barat.

 

   3. Aliran feminisme modern

Aliran ini berpendapat bahwa gender tidak bermakna identitas atau struktur sosial.

 

  4. Aliran feminisme anarkis

feminisme anarkis lebih bersifat suatu paham politik yang mencita-citakan masyarakat sosialis, menganggap negara dan sistem patriarki mendominasi lelaki adalah suatu permasalahan yang harus dihancurkan.

 

oleh karena itu kontruk sosial harus bersifat egaliter, artinya kontruk sosial dengan isu gender itu terpisah. Analogi nya kontruk sosial itu mesin produksi dan gender sebagai komoditinya dengan membuat produk kesetaraan melalui mesin kontruk sosial karena kontruk sosial merupakan pikiran masyarakat setiap masyarakat mempunyai pikiran dan produksi pikiran ini harus dikomunalkan terutama soal kesetaraan.

 

 

lifestyle
theshonet
study
Written By
Inas Syafiras

πŸ“© π™±πšžπšœπšœπš’πš—πšŽπšœ πš’πš—πššπšžπš’πš›πšŽπšœ 𝙳𝙼 @πš’πš—πšŠπšœπšœπš’πšŠπšπš’πš›πšŠπšœ

All Comments (0)

Related Posts

The Shonet Monthly Issue
The Shonet Monthly Issue

Insiders Program Challenge

Become The Shonet Insider!

Now anyone can become an insider, including you!