Fashion

Tak Terima Dikritik, Hedi Slimane Berikan Pernyataan Kontroversial Ini

By Rayoga Akbar Firdaus  |   about 2 years ago
Tak Terima Dikritik,  Hedi Slimane Berikan  Pernyataan Kontroversial Ini

Tak terima dikritik atas koleksi perdananya untuk Celine yang bergaya rock 'n' roll, Hedi Slimane berikan pernyataan kontroversial. Kepada sebuah acara televisi Prancis bernama  “5 Minutes de Mode by Loïc Prigent” Hedi menjawab kritikan pedas mengenai rancangannya yang berbeda jauh dengan Phoebe Philo, mantan creative director Celine. “Bagi sebagian orang di Amerika, Saya dianggap memiliki selera yang menyedihkan karena menjadi seorang pria yang menggantikan seorang desainer wanita. Anda bisa menganalogikannya sebagai sebuah homophobia yang tentu saja terasa mengejutkan. Apakah menjadi masalah bila seorang pria merancang busana wanita?” ujar Hedi Slimane seperti dikutip dari situs berita Women's Wear Daily.

Terbiasa dengan Kontroversi dan Kritikan

IMAXtree
Celine Spring/Summer 2019/IMAXtree

Hedi Slimane memang sudah terbiasa dengan kritikan dan kontroversi. Pertama ia menjadi desainer yang mempopulerkan setelan jas dengan siluet skinny. Lalu pada tahun 2013 Hedi berani mengubah nama rumah mode Yves Saint Laurent menjadi Saint Laurent. Dan mengubah citra elegan  rumah mode tersebut menjadi lebih edgy dan rock 'n' roll sama seperti yang ia terapkan pada Celine.

Women's Wear Daily juga menuliskan bahwa pada tayangan tersebut sejumlah kritikus menyamakan Hedi dengan Donald Trump. “Apakah ini berarti wanita tak lagi bebas untuk mengenakan miniskirt sekalipun jika mereka menginginkannya? Disamakan dengan Trump adalah sesuatu yang terasa oportunis, daripada berani dan cukup menggelikan, hanya karena para wanita muda di show saya terlihat bebas dan santai. Mereka bebas untuk berpakaian sesuka hati mereka,” terang Hedi Slimane.

IMAXtree
Celine Spring/Summer 2019/IMAXtree

Bisa dimengerti bila Hedi Slimane tersinggung dengan kritikan pedas yang diberikan kepadanya. Namun menyebut mereka sebagai homophobia rasanya terlalu berlebihan. Mereka yang kecewa terhadap Hedi juga dilatari akan kerinduan terhadap sebuah pakaian yang memiliki sensibilitas terhadap gaya hidup perempuan modern seperti yang dihadirkan Phoebe Philo. Sama sekali tak ada hubungannya dengan preferensi seksual.

Kontroversi dan kritikan memang selalu menjadi bagian dari perjalanan karier Hedi Slimane. Namun koleksinya justru selalu laku terjual. Selama kepemimpinan Hedi Slimane di Saint Laurent, rumah mode tersebut bahkan berhasil meningkatkan penjualan hingga dua kali lipat. Tak mengherankan bila Bernard Arnault selaku Chairman dan CEO dari grup LVMH selaku pemilik Celine, yang juga diwawancara mengatakan “Saya menyukai koleksi tersebut,”.

fashion
celine
hedislimane
Written By
Rayoga Akbar Firdaus

Mengawali karier di majalah ELLE Indonesia sebagai Fashion Assistant hingga menjadi Senior Fashion Writer, lalu Associate Digital Fashion Editor majalah L’Officiel Indonesia Rayoga bergabung dengan The Shonet sebagai Market Editor. Mengetengahkan sisi intelektual dan bisnis dari industri fashion adalah misi utamanya. Bila sedang bosan menulis tentang fashion, ia akan beralih membaca karya fiksi dari Haruki Murakami dan Ayu Utami serta menonton film romantic comedy dari era ’90-an favoritnya When Harry Met Sally dan My Best Friend’s Wedding.

All Comments (0)

Related Posts

Insiders Program Challenge

Become The Shonet Insider!

Now anyone can become an insider, including you!