Lifestyle

Bebs, Ternyata Perokok Lebih Rentan Terinfeksi Covid-19, Lho!

By Yopi Saputra  |   about 2 months ago
Bebs, Ternyata Perokok Lebih Rentan Terinfeksi Covid-19, Lho!

Hi Shonet Babes

 

Penyebaran virus corona (Covid-19) yang melanda dunia masih belum usai. Kasus-kasus positif baru masih banyak ditemukan diberbagai negara, termasuk di Indonesia. 

 

Hingga 02 Agustus 2020, jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 111.455 kasus. Dari ratusan ribu kasus tersebut sebanyak 5.263 telah meninggal dunia. Untuk mencegah itu semua berkali-kali pemerintah meminta masyarakat untuk aktif mencegah penyebaran Covid-19. 

Infografis update berita jumlah Pesebaran Covid-19 Doc. BNBP 

Langkah pencegahan itu bisa dilakukan oleh masyarkat dengan mematuhi peraturan dan protokol kesehatan misalnya rajin mencuci tangan menggunakan sabun, jika berpergian ke luar rumah menggunakan masker kain, selalu menjaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing). 

Infografis Patuh dan Disiplin Kesehatan Sendiri dan Bersama Doc. Kementerian Perhubungan 

Selain itu, menjalani pola hidup sehat sangat dianjurkan misalnya dengan mengonsumsi makanan yang bergizi, berolahraga, rutin berjemur di bawah sinar matahari, tidak begadang, dan tidak merokok. 

 

Beberapa waktu yang lalu pemerintah sudah mengimbau bahwa merokok adalah salah satu pemicu penularan virus corona (Covid-19). Kita tahu bahwa virus corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) merupakan virus yang dapat menyerang sistem pernapasan dan dapat menyebabkan infeksi paru-paru, bahkan kematian. Serem! 

 

Infeksi virus corona (Covid-19) bisa menimbulkan berbagai macam gejala yang ringan seperti flu, demam, batuk kering, bahkan bisa menimbulkan gejala yang berat dan fatal, lho! Nah, kelompok orang yang beresiko tinggi mengalami gejala covid-19 yang parah seperti balita, orang tua (lansia), penderita penyakit tertentu, obesitas dan perokok. 

 

Perokok Lebih Rentan Kena Virus Corona, Lho!

Ketika kamu merokok, tanganmu akan lebih sering bersentuhan dengan bibir. Hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya perpindahan virus dari tangan ke mulut, apalagi jika tangan kamu tidak sering dicuci. 

Infografis Rokok Tingkatkan Risiko Infeksi Covid-19 Doc. Jaring.id

Apalagi kamu terkena paparan asap dari rokok tembakau atau aerosol dari rokok elektrik dapat melemahkan saluran pernapasan dan mengurangi kemampuan sistem imun tubuh (anti bodi) dalam melawan kuman, termasuk virus corona. Hal ini juga dapat membuat para perokok lebih mudah mengalami infeksi saluran pernapasan. 

 

Menurut Kementerian Kesehatan merokok merupakan salah satu faktor risiko PTM (Penyakit Tidak Menular) penyebab penyakit Kardiovaskular, Kanker, Paru Kronis, dan Diabetes. Selain itu rokok disebutkan juga merupakan faktor risiko penyakit menular seperti TBC dan Infeksi Saluran Pernapasan. 

 

Pada tanggal 29 Juli 2020 lalu, saya menonton talkshow #PutusinAja di kanal Youtube-nya Berita KBR. Tema yang diangkat kali ini adalah "Mengapa Cukai Rokok Harus Naik Saat Pandemi ?". 

Talkshow tersebut menghadirkan 2 narasumber handal dibidangnya yaitu Prof. dr. Hasbullah Thabrany selaku Ketua Umum Komnas Pengendalian Tembakau, dan Dr. Renny Nurhasana selaku Dosen dan Peneliti Sekolah Kajian Stratejik dan Global UI. Oh, iya! Talkshow ini dipandu oleh Kak Don Brady.  Acara ini berlangsung selama 1 jam dimulai dari pukul 09.00 - 10.00 WIB. 

 

Ada 3 hal menarik yang saya highligh dalam talkshow tersebut. Yuk, simak ulasannya di bawah ini, ya! 

 

Pemerintah Mulai Menaikkan Cukai Rokok

Salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintah agar bisa menekan angka konsumsi rokok di masyarakat adalah dengan menaikkan cukai rokok. Perlu untuk diketahui sejak 1 Januari 2020 cukai rokok sudah naik sebesar 23%. Harga eceran rokok rata-rata naik sebesar 35%. Nah, dengan naiknya harga cukai rokok apakah bisa secara signifikan bisa mengendalikan masyarakat dalam mengonsumsi rokok ?

Prof. dr. Hasbullah Thabrany memberikan jawabannya. Belum. 

"Karena kenaikan cukai rokok jangan hanya dilihat dari presentase-nya saja, perlu dilihat evaluasi dan lihat tujuannya. Undang undang cukai menyebutkan bahwa cukai itu adalah alat untuk mengendalikan konsumsi. Khususnya adalah konsumsi barang-barang yang membahayakan kesehatan dan membahayakan lingkungan dan membahayakan orang lain” Beliau menambahkan. 

Sedangkan menurut Dr. Renny Nurhasana bahwa "Cukai tembakau merupakan salah satu cara yang paling efektif diberbagai negara terbukti dari kajian-kajiannya bahwa negara berhasil menurunkan prevelensi, menurunkan harga atau salah satunnya adalah cukai".

Harga Rokok Naik Secara Bertahap 

Dalam talkshow tersebut ada pertanyaan dari audience via whatsapp

"Mengapa harga rokok naiknya secara bertahap dan kira-kira berapa nominal yang seharusnya dikeluarkan untuk mencapai tujuan dalam mengendalikan konsumsi rokok?"  Prof. dr. Hasbullah Thabrany pun menjawabnya. 

 

"Pemerintah mempunyai berbagai pertimbangan sesuai dengan kepentingan-kepentingan berbagai pihak. Kita tahu kalau kita minta naik langsung segitu, industri petani akan salah paham, mereka mikir kalau harga rokok naik, orang nggak akan merokok dan mereka gak akan bisa tanam tembakau. Untuk itulah kenaikkan ini dilakukan secara bertahap". 

Sedangkan mengenai berapa nominal yang dikeluarkan untuk mencapai tujuan dalam mengendalikan konsumsi rokok, beliau menambahkan. 

 

"Berdasarkan kajian kami, seharusnya per bungkus itu harga rokok diangka 70 ribu baru itu cukup, kalau sekarang 20 - 30 ribu. Kalau 70 ribu itu akan efektif mengendalikan konsumsi rokok. Karena hanya mereka yg sudah biasa yg akan merokok dan untuk yang belum merokok mereka tidak akan memulai". 

 

Upaya Pemerintah Dalam Mengendalikan Konsumsi Rokok

 

Salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintah dalam mengendalikan konsumsi rokok adalah dengan melarang iklan rokok di beberapa daerah. 

 

"Upaya pemerintah untuk melarang iklan rokok sudah banyak dilakukan. Misalnya beberapa daerah seperti Jakarta, Bogor, Depok itu sudah melarang iklan rokok di luar gedung. Kami sedang berupaya dengan beberapa kementerian untuk melarang iklan rokok di internet " Jawab Prof. dr. Hasbullah Thabrany.

Sedangkan Dr. Renny Nurhasana  menambahkan bahwa " Kita tidak perlu takut untuk menandatangani suatu komitmen, padahal negara kita adalah negara besar dan banyak yang harus dilindungi dan itu sejajar dengan negara lain yang jumlah penduduknya jauh dari Indonesia. Jadi, mudah-mudahan kita bisa step forward". 

 

Nah, menarik bukan talkshow-nya? Perlu saya garis bawahi bahwa merokok adalah perbuatan yang banyak menimbulkan kerugian untuk dirimu maupun orang-orang yang ada disekitarmu. Yuk, mulai dari sekarang #putusinaja hubungan dengan rokok dan mulai untuk gaya hidup sehat. 

 

"Saya sudah berbagi pengalaman pribadi untuk #putusinaja hubungan dengan rokok atau dorongan kepada pemerintah untuk #putusinaja kebijakan pengendalian tembakau yang ketat. Anda juga bisa berbagi dengan mengikuti lomba blog serial #putusinaja yang diselenggarakan KBR (Kantor Berita Radio) dan Indonesian Social Blogpreneur ISB. Syaratnya, bisa Anda lihat di sini

Referensi Tulisan :

  • Talkshow KBR.ID
  • https://www.alodokter.com/alasan-mengapa-virus-corona-berbahaya-untuk-perokok
  • https://stoppneumonia.id/informasi-tentang-virus-corona-novel-coronavirus/
  • https://jaring.id/berita/covid-19/memanfaatkan-momen-kendalikan-rokok/
  • https://covid19.go.id/peta-sebaran
  • https://tirto.id/mengapa-perokok-disebut-lebih-rentan-terpapar-virus-corona-eHPw

 

 

 

 

 

 

 

 

health
viruscorona
Putusinaja
Rokok
Written By
Yopi Saputra

Yopi Saputra adalah Blogger muda Indonesia. Mulai menulis untuk Blog pribadi sejak 2009 untuk konten Lifestyle dan memiliki passion menulis mengenai Fashion. Ia merupakan bagian dari JFW Official Blogger 2019. Kini ia bekerja sebagai Creative Content Writer di salah satu perusahaan di Jakarta. Setiap akhir pekan, ia selalu habiskan dengan menjadi penulis lepas untuk konten Fashion dan Lifestyle terkadang juga menjadi stylist dan personal shopper untuk client. 

 

 

All Comments (0)

Related Posts

Insiders Program Challenge

Become The Shonet Insider!

Now anyone can become an insider, including you!